Al-Quran dan buta huruf: Rahasia turunnya Al-Quran kepada orang yang buta huruf

Al-Quran dan Buta Huruf
Layaknya sebuah keajaiban dimana seorang yang tidak mampu membaca apalagi menulis ternyata dapat menyampaikan kalimat-kalimat yang dapat menyihir pendengaran. Untuk yang menerima tentulah mengatakan "Ini bukanlah ucapan seorang manusia melainkan dari zat yang maha luhur" namun untuk yang menolak "ini hanya buatan Muhammad, dia meminta bantuan jin untuk menyusun kata-kata indah". Dialah, manusia yang buta huruf namun tidak buta akal pikiran dan hati nurani, Buta dari semua yang diharamkan oleh Allah sehingga pantaslah dirinya mengemban sebuah amanah besar menyampaikan Al-Quran kepada umatnya.

Bagikan Artikel Ini

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Rahasia Turunnya Al-Quran

Seperti layaknya sebuah keajaiban dimana seorang yang tidak mampu membaca apalagi menulis ternyata dapat menyampaikan kalimat-kalimat yang dapat menyihir pendengaran.

Untuk yang menerima tentulah mengatakan “Ini bukanlah ucapan seorang manusia melainkan dari zat yang maha luhur” namun untuk yang menolak “ini hanya buatan Muhammad, dia meminta bantuan jin untuk menyusun kata-kata indah”.

Dialah, manusia yang buta huruf namun tidak buta akal pikiran dan hati nurani, Buta dari semua yang diharamkan oleh Allah sehingga pantaslah dirinya mengemban sebuah amanah besar menyampaikan Al-Quran kepada umatnya.

Pada masa permulaan turunnya wahyu, ayat pertama yang disampaikan sang Ruhul Amin adalah “Iqra” Bacalah.

Apakah ini sebuah penghinaan karena jelas Rasulullah tidak bisa membaca dan menulis.

Atau apakah Allah yang justru salah kepada siapa wahyu itu harusnya diterima? Keduanya hanya anggapan yang tidak berlandas pada ilmu dan sekedar dijadikan sebagai alasan untuk mereka yang ingin menghancurkan Al-Quran dari pelukan Islam

Dalam setiap masa, akan selalu ada yang ingin memusnahkan Al-Quran. Namun, disaat yang sama muncul ulama yang tetap berdiri kokoh membela Al-Quran.

Menanggapi tuduhan sebelumnya, Syaikh Ibrahim Abdurrahman Khalifah dalam kitabnya Ad-Dakhil fit Tafsir mengungkapkan dan membuka rahasia-rahasia dibalik turunnya wahyu kepada Rasulullah Muhammad sementara beliau adalah orang yang Ummiy (Buta Huruf)

TOLAK UKUR KECERDASAN

Pada Zaman Rasulullah dilahirkan, bangsa Arab adalah bangsa yang menjunjung tinggi kecerdasan daya ingat, semakin kuat ingatannya maka semakin tinggi kecerdasannya.

Maka, menguasai tulis dan baca bukanlah tolak ukur kecerdasan seseorang. Justru, orang yang bisa membaca dan menulis dianggap sebagai orang yang lemah ingatannya karena masih mengandalkan tulisan.

TIDAK TERPENGARUH

Jika saja Rasulullah pandai membaca dan menulis tentulah orang Arab Quraisy tidak akan mempercayai dirinya, kemudian jika dirinya mampu membaca dan menulis pasti ada sosok guru yang mengajarinya.

Sedikit banyak, sosok guru mempengaruhi seorang murid. Kalau saja ini terjadi, mungkin akan ada tuduhan bahwa Al-Quran merupakan pengaruh dari guru yang mengajari Rasulullah

BUKTI KUAT

Menjadi Bukti kuat, bahwa Al-Quran adalah wahyu yang benar-benar datang dari Allah dan disampaikan langsung oleh malaikat Jibril tanpa ada sedikitpun campur tangan manusia, jin bahkan sekalipun itu Rasulullah sendiri. Mereka semua tidak akan pernah mampu mendatangkan yang semisal Al-Quran

Baca Juga: 7 Perawi Hadis dan Fungsi Hadis Nabi terhadap Al-Qur’an

Sumber: El-Maslak Media

Baca Juga

silaturahmi keluarga barko
Sejarah
Ihsan Fauzi

Silaturahmi Keluarga Barko 1 dekade

Pada tanggal 5 syawwal 1442 / 17 Mei 2021 segenap keluarga besar Barko (Alumni Gontor tahun 2011, konsulat ponorogo) mengadakan silaturahmi di kediaman al- ustadz Akhlis Azzamuddin Tifani, acara dihadiri seluruh anggota yang sedang berada di ponorogo, silaturahmi rutin tahunan ini diharapakan akan terus menjadi adat yang akan selalu diadakan hingga anak cucu nanti.

Read More »

Mau Usahamu berkembang cepat?

Bikin semua media promosimu di barko publishing

Barko Blog