Menilik Makna dari Sebuah Kata Ikhlas

menilik-makna-dari-sebuah-kata-ikhlas
Apa makna ikhlas? Mengapa ikhlas? Menilik makna dari sebuah kata ikhlas

Bagikan Artikel Ini

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Makna Ikhlas

Ikhlas secara bahasa berbentuk mashdar, adapun fiilnya adalah akhlasha dalam bentuk mazid, dan khalasha dalam bentuk mujarrad, yang bermakna bening atau bersih tanpa noda.

Jika dalam ungkapan lain khalasa ma’a minal kadar artinya air itu bening, atau dalam kata lainya dzahabun khalish artinya emas yang bersih murni. Ada juga ungkapan lainnya yaitu ikhlas memberikan nasehat, berarti memberikan nasihat yang bersih tanpa ada maksud untuk menipu.

kalimat ini juga bisa dimaknai dengan kamlimat tauhid. Berarti bisa di simpulkan bahwa ikhlas adalah suci, bersih atau tauhid.

Adapun dalam syariat Islam maknanya sendiri lebih mengarah pada kesucian niat, kebersihan hati dari segala kesyirikan dan riya, dan hanya mengharap ridho Alloh Swt.

Ikhlas adalah amal yang berorientasi pada keridhoaan Ilahi, maka dari itu kalimat ini terletak didalam hati kita sendiri.

Kuncinya juga ada pada niat, sehingga faktor niat menjadi tolak ukur atas keikhlaasan seseorang. Rosululloh Saw., bersabda,

“Niat seorang mukmin itu lebih baik dari amal (ketaatan) perbuatannya.” (HR.Ath-Thabrani).

Orang yang iklas adalah orang yang tidak menyertakan kepentingan atau tendensi pribadi yang bersifat duniawi dari yang dia perbuat, karena tujuannya hanya satu, yaitu bagaimana agar segala yang telah dia lakukan dapat diterima oleh Alloh Swt. Alloh Swt. Berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-bayyinah ayat 5 :

“وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ”

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali beribadah (mengabdi kepada) Alloh dengan memurnikan (mengikhlaaskan) ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus”(QS. Al-Bayyinah (98):5)

Dalam ungakapan lain artinya yaitu menyengajakan perbuatan semata-mata untuk mencari keridhaan Alloh Swt dan memurnikan perbuatan dari segala bentuk kesenangan duniawi.

Karena sesungguhnya kalimat ini merupakan dampak positif dari tauhid sejati, yaitu mengesakan Alloh Swt dalam peribadatan dan memohon pertolongan hanya kepada-Nya.

Menurut Imam Al-Junayd keikhlasan adalah rahasia Alloh Swt dengan si hamba. Bahkan malaikat pencatat amalpun tidak mengetahui sedikitpun mengenainya untuk dapat ditulis kebaikannya, dan setanpun juga tidak dapat mengetahhuinya, sehingga tidak dapat merusaknya, bahkan nafsupun tidak menyadarinya, sehingga tidak mampu untuk mempengaruhinya.

Dalam sebuah bukau yang juga membahas tentang arti ikhlas juga ditegaskan bahwa ikhlas adalah ketika seorang mukallaf menghadapkan seluruh perbuatannya hanya kepada Alloh semata, dan bukan kepada yang lain.

Seluruh ibadah yang dilakukannya tidak ditunjukan kepada malaikat atau bahkan manusia, karena ikhlas adalah memusatkan seluruh perbuatan hati kepada Alloh Swt, yang bersesuaian dengan perbuatan lahiriah.

Dari ungkapan dan pemaparan mengenai arti makna dan definisi ikhlas yang telah penulis kumpulkn dari beberapa buku diatas dapat disimpulkan bahwa Ikhlas adalah sebuah rasa ketenangan jiwa yang datang dari Alloh untuk hambanya yang hanya bisa dirasakan oleh seorang hamba yang berbuat kebaikan hanya semata-mata untuk mengharap ridho Alloh Swt.

Hal ini menegaskan kepada kita semua bahwa berbuat kebaikan tidak selayaknya kita tujukan untuk orang lain, karena jika kita berharap kepada selain Alloh maka bersiap-siaplah kita untuk mendapatkan sebuah penyesalan, sebab hanya kepada-Nya kita wajib untuk mengharap.

Penulis juga menambahkan, bahwa makna ikhlas adalah “dilihat atau tidak dilihat orang lain kita tetap berbuat”. sering terjadi dalam kehidupan kita semua, kita hanya bersemangat untuk berbuat sesuatu, jika ada atasan, tetangga teman atau bahkan orang lain melihat kita, dan bahkan akan lenih semangat jika mendapat pujian dari orang lain.

Tetapi kita juga sering kali berubah menjadi seorang yang sangat pemalas jika kita tidak diapresiasi atau bahkan tidak ada yang melihat kita melakukan sesuatu.

Hal itu menandakan bahwa ikhlas dalam diri kita juga masih sangat perlu untuk dilatih, tentunya dengan berbagai perbuatan yang menuju kepada suatu kebaikan.

Maka teruslah berbuat kebaikan agar kita terlatih untuk menjadi orang yang ikhlas. Karena sesungguhnya semua manusia akan merugi kecuali mereka yang berilmu, semua yang berilmu akan merugi kecuali mereka yang beramal dan semua orang beramal akan merugi kecuali mereka yang Ikhlas. (Imam Al-Gazali).

Baca Juga: Boleh Gak Sih Berdoa Agar Berjodoh Dengan Si Doi?

Text by: Sahhil Umurana

Baca Juga

silaturahmi keluarga barko
Sejarah
Ihsan Fauzi

Silaturahmi Keluarga Barko 1 dekade

Pada tanggal 5 syawwal 1442 / 17 Mei 2021 segenap keluarga besar Barko (Alumni Gontor tahun 2011, konsulat ponorogo) mengadakan silaturahmi di kediaman al- ustadz Akhlis Azzamuddin Tifani, acara dihadiri seluruh anggota yang sedang berada di ponorogo, silaturahmi rutin tahunan ini diharapakan akan terus menjadi adat yang akan selalu diadakan hingga anak cucu nanti.

Read More »

Mau Usahamu berkembang cepat?

Bikin semua media promosimu di barko publishing

Barko Blog