konco kenthel
Ungkapan bahasa jawa yang mempunyai dua suku kata yaitu Konco yang berarti teman atau sahabat, dan kenthel yang dalam arti sesungguhnya adalah kental, tetapi dalam makna kiasan adalah

Bagikan Artikel Ini

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Konco Kenthel

Ungkapan bahasa jawa yang mempunyai dua suku kata, yaitu Konco yang berarti teman atau sahabat. Dan kenthel yang dalam arti sesungguhnya adalah kental, tetapi dalam makna kiasan adalah lengket atau sangat dekat.

Dalam pengganungannya berarti teman atau sahabat yang sangat dekat. Inilah yang menjadi sebuah kata pamungkas yang kerap digunakan dalam sebuah pergaulan, khususnya dalam kehidupan pergaulan kaum jawa.

Peran seorang teman kerap kali bisa memberi solusi dalam permasalahan yang kita hadapi, baik dlaam kehidupan pribadi, maupun keluarga. Maka dari itu teman dekat (konco kenthel)sangatlah penting keberadaanya untuk kita bisa saling bertukar pendapat dalam kehidupan kita masing-masing.
Walaupun sebegitu pentingnya peran seorang teman dalam kehidupan kita.

Terkadang dalam berteman kita juga sering mendapati hal-hal yang membuat kita tidak nyaman dengan adanya beberapa faktor.

Yang mana kita sendiri sebenarnya sangat ingin menjaga pertemanan. Dan terkadang hal inilah yang membuat kita memilih untuk berhenti sejenak dari caruk maruk pergaulan, yg kadang juga meenjadikan kita lebih dewasa.

Pernah suatu ketika kita merasa tidak dianggap dengan beberapa alasan, atau mungkin kita terlupakan dan lain sebagainya.

Sebenarnya siapa sih teman/konco kita? Dan bagaimana teman yang sesungguhnya itu? Itulah pertanyaan yang membuat kita selalu berhati-hati dalam memilih teman.

Salah seorang sahabat pernah berkata kepada Sayyidina Ali bin Abi Tholib, “Ya Ali, kulihat sahabat-sahabatmu begitu setia, sehingga mereka banyak sekali, berapakah sahabatmu itu?

Maka Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra.,menjawab, nanti akan kuhitung setelah aku tertimpa kesusahan (atau dalam keadaan susah)”.

Nabi Muhammad Saw bersabda “Tidaklah saling mencintai dua orang dalam agama Alloh ta’ala, kecuali orang yang paling utama diantara keduanya adalah yang paling besar cintanya pada sahabatnya” diriwayatkan oleh Imam Bukhori, dan termaktub dalam kitab Adabul Mufrad.

Hadis ini menjelaskan bahwa Nabi Saw memerintahkan kita untuk menjadi teman yang baik, dan juga mencari teman yang baik. Dengan saling mencintai satu sama lain dan menerima segala kekurangan.

Rosululloh Saw juga memberikan praktek pertemanan yang menjadikan kita tidak memandang teman hanya dari materi semata, sebagaimana Rosululloh menerima Bilal bin Rabbah yang dulunya hanyalah seorang budak yang dimerdekakan oleh Abu Bakar Asy-syiddiq, sebab dari kesholehannya. Ini juga ditegaskan oleh Nabi dengan sabdanya,

“Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang shaleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang shaleh maka peganglah erat-erat”.

Melihat percakapan dari seorang sahabar dengan sayyidina Ali bin Abi Thalib mengenai teman diatas.

Sayyidina Ali ingin menegaskan kepada kita semua bahwa teman yang baik itu bukanlah yang banyak jumlahnya, tetapi merekalah yang hadir disetiap kesusahan yang kita hadapi, dan memberikan pertolongan untuk kita bisa bangkit dari apa yang kita alami. Bahkan hal ini juga di tegaskan dengan sabda Nabi Saw diatas, untuk kita bisa saling mencintai sebagai teman (konco) dalam susah maupun duka. Agar muncul rasa saling peduli.

Maka pandai-pandailah dalam mencari teman, salah satu perintah Nabi kita untuk mencari teman yang bisa mengajak kita ke Syurga dan jangan mencari teman yang cenderung membawa kita menuju ke Neraka.

Karena teman memiliki pengaruh besar dalam kehidupan kita. Bahkan Rosulpun memberi sebuah panduan dalam menacari teman hendaklah kita untuk melihat temannya, maka dari itu pengaruh seorang teman terhadap siapa yang menjadi temannya sangat besar.

Sebab teman adalah personifikasi diri, manusia selalu memilih teman yang mirip dengannya dalam hobi, kecenderungan kegemaran, kesukaan, bahkan pemikiran.

Pada zaman sekarang rasa-rasanya Sulit untuk tidak mengatakan bahwa k tidak ada pertemanan yang tidak dilandasi kepentingan atau tendensi pribadi. Entah dalam ranah perpolitikan, perekonomian, atau bahkan dalam spiritualitas keagamaan.

Hampir semua orang mau berteman jika dia merasa, untung apa? Dapat apa? Dibayar berapa? Buat apa? Semua mengarah pada kepentingan pribadi. Banyak teman yang datang hanya ketika susah, bahkan setelah kita bantu untuk keluar dari kesulitannya, mereka lupa dengan apa yang telah kita lakukan, dan Tidak sedikit pula mereka yang menghindar ketika kita dalam kesulitan.

Ini adalah sebuah hukum alam yang akan terus terjadi dalam kehdupan manusia.

Tetapi walaupun begitu kita tidak boleh untuk membenci mereka yang lupa dan mereka yang menghilang, karena berbuat baik kepada semua orang adalah perintah agama yang harus kita lakukan.

Sedangkan membenci orang yang tidak mempedulikan kita, bukan bagian dari perintah-Nya. Maka teruslah berbuat baik kepada sesama kita sampai orang itu lupa bagaimna caranya untuk membenci kita.

Dan jadilah konco kentel yang benar-benar bisa memberikan manfaat bagi semua temanmu dan orang lain, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain.

Baca Juga: 5 Perkataan Rasulullah SAW Tentang Ujian Dalam Hidup.

Text by: Sahhil Umurona

Baca Juga

silaturahmi keluarga barko
Sejarah
Ihsan Fauzi

Silaturahmi Keluarga Barko 1 dekade

Pada tanggal 5 syawwal 1442 / 17 Mei 2021 segenap keluarga besar Barko (Alumni Gontor tahun 2011, konsulat ponorogo) mengadakan silaturahmi di kediaman al- ustadz Akhlis Azzamuddin Tifani, acara dihadiri seluruh anggota yang sedang berada di ponorogo, silaturahmi rutin tahunan ini diharapakan akan terus menjadi adat yang akan selalu diadakan hingga anak cucu nanti.

Read More »

Mau Usahamu berkembang cepat?

Bikin semua media promosimu di barko publishing

Barko Blog