Kerja Keras, Belajar Keras, dan Berdo’a Keras

Kerja keras untuk meraih apa yang diinginkan, bagaimana cara menerapkannya? Apakah hanya bekerja keras, belajar keras dan berdo'a keras?

Bagikan Artikel Ini

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email


Kerja keras, Belajar Keras dan Berdo’a keras

Meraih Impian adalah impian semua orang. Setiap insan pasti berkeinginan untuk menggapai semua apa yang dicita-citakannya. Karena mencapai kesuksesan adalah sebuah kebanggan yang bernaung dalam kebahagiaan. Tidak ada satu orangpun yang tidak menginginkannya. Namun, masalahnya banyak orang yang masih enggan berusaha dan bekerja untuk menggapai keinginanya. Mereka cenderung bermimpi tanpa bertindak. Dan berangan tanpa bergerak.
Sebenarnya setiap orang punya kapasitas dan kemampuan untuk mengejar cita-citanya. Namun terkadang mereka tak yakin dengan kemampuannya sendiri. Mereka juga tidak percaya diri akan kapasitas yang dimilki. Sehingga kebanyakkan orang lebih takut dan minder untuk berusaha mengejar cita-citanya.
Banyak factor yang mempengaruhi hal tersebut. Akan tetapi kepercayaan diri merupakan factor terbesar dalam meraih cita-cita. Lalu ketika seseorang tidak memiliki rasa percaya diri. Maka dia akan melakukan pekerjaan setengah-setengah. Belajar juga setengah-setengah. Berdoa juga masih ala kadarnya. Jadi mana mungkin kesuksesan bisa menghampiri anda, jika anda masih bersikap sedemikian rupa.
Sebuah masalah besar jika anda tidak maksimal dalam memperjuangkan sesuatu. Bekerja tidak optimal. Belajar masih malas-malasan. Dan berdoa tidak kaffah dan sepenuhnya. Maka hasil yang akan anda peroleh juga tidak maksimal. Jadi apa yang dikerjakan akan sia-sia tak berguna. Bagaikan debu yang tertiup angin. Sebuah pekerjaan yang percuma.
Man Jadda Wajada, barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkan hasilnya. Sebuah kata mutiara yang tak asing terdengar di telinga kita, tapi dalam maknanya jika anda benar-benar anda terapkan. Jadi memang tidak gampang dalam meraih sebauah keinginan. Perlu kerja keras dan usaha yang kuat untuk menggapainya. Jika masih gagal maka harus terus mencoba dan terus bersungguh-sungguh dalam mengerjakannya.
Dalam firman Allah Swt. juga memerintahkan hamba-Nya untuk selalu bekerja keras. Dan Allah juga akan menjanjikan bagi orang yang bekerja keras adalah sebuah hasil yang sesuai dengan yang ia kerjakan. Allah Swt. berfirman: “Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang Mukmin akan melihat pekerjaanmu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu diberikan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. At-Taubah: 105).
Jadi jika anda ingin segera menggapai cita-cita anda. Maka bekerjalah secara maksimal, sungguh, dan optimal. Karena sebuah kesempatan hanya akan muncul ketika anda mau bekerja keras. Seperti yang dikatakan Thomas Alva Edison, bahwa “Alasan mengapa banyak orang yang tidak menyadari kesempatan adalah karena kesempatan selalu muncul dalam bentuk kerja keras”. Maka bekerja keraslah jika anda menginginkan kesempatan untuk menggapai kesuksesan anda.
Bekerja saja juga tidak cukup. Perlu belajar dan berdoa keras. Ketika anda bekerja dan belajar harus didampingi sebuah doa yang berkekuatan hebat. Tidak hanya bekerja saja yang keras. Harus belajar yang sugguh-sungguh. Yang kemudian nanti anda akan mendapatkan ilmu yang banyak, sehingga bisa menjadi modal yang besar dalam bekerja dan berjuang dalam menggapai tujuan anda.
Berdoa keras adalah berdoa dengan sungguh-sungguh. Perbanyak doa, karena pekerjaan akan menjadi mudah hanya dengan doa. Karena segala sesuatu itu tergantung pada kehendak dan ridho Allah Swt. Maka kepada siapa lagi anda meminta, kalau tidak hanya kepada Allah Swt.
Jadi anda perlu bekerja keras, belajar keras, dan berdoa keras. Niscaya apa yang anda inginkan segera tercapai sesuai dengan apa yang Allah janjikan. Semua ketercapain dan tujuan tergantung pada diri anda sendiri. Tinggal anda mau melakukannya atau tidak. Jika tidak maka anda akan mersakan akibatnya. Jika anda mau melakukannya dengan sungguh-sungguh, maka bersiap-siaplah untuk berbahagia. Tetap semangat dan terus tebarkan kebaikan.

Text by: Irkham Firdaus

Baca Juga

silaturahmi keluarga barko
Sejarah
Ihsan Fauzi

Silaturahmi Keluarga Barko 1 dekade

Pada tanggal 5 syawwal 1442 / 17 Mei 2021 segenap keluarga besar Barko (Alumni Gontor tahun 2011, konsulat ponorogo) mengadakan silaturahmi di kediaman al- ustadz Akhlis Azzamuddin Tifani, acara dihadiri seluruh anggota yang sedang berada di ponorogo, silaturahmi rutin tahunan ini diharapakan akan terus menjadi adat yang akan selalu diadakan hingga anak cucu nanti.

Read More »

Mau Usahamu berkembang cepat?

Bikin semua media promosimu di barko publishing

Barko Blog