Jika Zakat Menjadi Sumber APBN
Pendapatan terbesar negara adalah sumber daya alam, seperti minyak bumi, emas, batu bara dan lain sebagainya. Akan tetapi yang menjadi masalah, sumber daya alam tersebut tidak dapat diperbarui, sedangkan APBN negara dari masa-ke masa akan selalu meningkat. Maka harus ada inovasi terbaru dalam menggali pendapatan yang lebih spesifik, salah satunya adalah zakat.

Bagikan Artikel Ini

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Pendapatan terbesar negara adalah sumber daya alam, seperti minyak bumi, emas, batu bara dan lain sebagainya. Akan tetapi yang menjadi masalah, sumber daya alam tersebut tidak dapat diperbarui, sedangkan APBN negara dari masa-ke masa akan selalu meningkat. Maka harus ada inovasi terbaru dalam menggali pendapatan yang lebih spesifik, salah satunya adalah zakat.

Zakat adalah jumlah harta tertentuyang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya menurut ketentuan yang telah ditetapkan syariah. Zakat sendiri adalah rukun Islam yang ketiga, jadi hukum menunaikanya adalah wajib. Sebagai mana firman Allah

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka“. (QS. At-Taubah :103)”

Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, sehingga membuat zakat memiliki potensi besar sebagai sumber APBN Indonesia. Karena zakat juga diwajibkan seperti amal ibadah lainnya, maka jika dikelola dengan baik dan benar bisa memberikan dampak positif bagi negara. Apalagi masyarakat Indonesia sendiri banyak dari kalangan orang yang mampu dan memenuhi syarat sebagai Muzakki.

Zakat juga bisa dijadikan sebagai pengentas kemiskinan di Indonesia. Kenapa bisa begitu?, karena zakat diprioritaskan untuk orang-orang miskin, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran bahwa zakat diberikan untuk 8 asnaf yaitu Fakir, Miskin, Amil, Muallaf, Riqab, Gharimin, Fisabilillah, dan Ibnus Sabil . Sedangkan pajak hanya diperuntukkan sebagai penyedia fasilitas dan layanan publik.

Sekarang dana zakat tidak lagi dijadikan sebagai dana konsumtif saja, akan tetapi dijadikan dana produktif, yang akan menjadi langkah efektif untuk menuntaskan kemiskinan, misalnya dijadiakn sebagai biasiswa, modal usaha, sekolahan dan lain sebagainya.

Kendalanya adalah tingkat kesadaran masyakat muslim dalam membayar zakat masih sangatlah rendah, karena pemerintah belum serius dalam menangani masalah ini. Selain itu belum adanya tenaga profesional dalam mengelola dan meyalurkan dana zakat secara baik dan benar.

Jadi seperti itu lah jika zakat diajadikan sumber APBN Indonesia, seperti negara-negara maju lainnya yang menggunakan inovasi tersebut sebagai penunjang kemakmuran dan kemajuan negara.

Baca Juga: Boleh Gak Sih Berdoa Agar Berjodoh Dengan Si Doi?

Penulis: Irkham Firdaus

Baca Juga

silaturahmi keluarga barko
Sejarah
Ihsan Fauzi

Silaturahmi Keluarga Barko 1 dekade

Pada tanggal 5 syawwal 1442 / 17 Mei 2021 segenap keluarga besar Barko (Alumni Gontor tahun 2011, konsulat ponorogo) mengadakan silaturahmi di kediaman al- ustadz Akhlis Azzamuddin Tifani, acara dihadiri seluruh anggota yang sedang berada di ponorogo, silaturahmi rutin tahunan ini diharapakan akan terus menjadi adat yang akan selalu diadakan hingga anak cucu nanti.

Read More »

Mau Usahamu berkembang cepat?

Bikin semua media promosimu di barko publishing

Barko Blog