Kurban Koq Patungan? Bagaimana Hukum2nya?

kurban koq patungan
Selain untuk mensejahterakan fakir miskin, juga untuk mendapatkan berbagai keutamaan dari Allah SWT. Saat ini sering dijumpai pembelian hewan kurban dengan cara patungan, misalnya seperti di sekolah atau komunitas tertentu. Lantas, bagaimana hukumnya membeli hewan kurban berupa seekor kambing dengan cara patungan?

Bagikan Artikel Ini

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Perintah berkurban:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah”

Bagi umat muslim yang mampu dianjurkan untuk melakukan ibadah kurban pada saat Hari Raya Idul Adha.

Kurban Koq Patungan?

Selain untuk mensejahterakan fakir miskin, juga untuk mendapatkan berbagai keutamaan dari Allah SWT. Saat ini sering dijumpai pembelian hewan kurban dengan cara patungan, misalnya seperti di sekolah atau komunitas tertentu.

Lantas, bagaimana hukumnya membeli hewan kurban berupa seekor kambing dengan cara patungan?

Sesuai syariat yang telah ada satu ekor sapi dapat digunakan untuk 7 orang yang berkurban sementara kambing hanya sah untuk kurban untuk satu orang saja.

Oleh karena itu, bila melakukan patungan melebihi ketentuan tersebut, sebagai contoh sapi untuk 8 orang dan kambing untuk 2 orang, maka hewan kurban yang disembelih itu tidak sah.

Hal tersebut dijelaskan dalam Hadis Riwayat Muslim yang artinya sebagai berikut: “Dari jabir, beliau berkata kami keluar bersama Rasulullah SAW seraya berihram haji, lalu beliau memerintahkan kami untuk berserikat di dalam unta dan sapi, setiap tujuh orang dari kami berserikat dalam satu ekor sapi atau unta.” (H.R. Muslim).

Selain itu, ketentuan tersebut juga tertuang dalam Hadis Riwayat Imam Malik bin Anas yang artinya sebagai berikut: “Sesungguhnya Abu Ayyub Al-Anshari berkata, Kami dahulu berkurban dengan satu kambing, disembelih seseorang untuk dirinya dan keluarganya, kemudian manusia setelahnya saling membanggakan diri maka menjadi ajang saling membanggakan (bukan ibadah).” (H.R. Imam Malik bin Anas).

Sesuai dengan Hadis tersebut, muncul pandangan dari para ulama’ yang menegaskan bahwa patungan untuk kurban seekor kambing tidak diperbolehkan, sehingga kurban menjadi tidak sah.

Meski demikian, ada pula sebagian ulama’ yang berasumsi bahwa patungan seekor kambing masih diperbolehkan. Asumsi tersebut berlandaskan atas Hadis Riwayat Muslim yang menyebutkan Nabi Muhammad SAW mengeluarkan kurban untuk keluarga dan umatnya hanya dengan dua ekor kambing.

“Nabi berkurban dengan 2 kambing gibas dan berdo’a, Ya Allah terimalah dari Muhammad, keluarga dan umatnya.” (H.R. Muslim)

Hadis tersebut belum cukup kuat untuk dijadikan argumentasi. Sebab, dalam Hadis tersebut tidak dijelaskan konteks patungan berkurban kambing, melainkan berkaitan dengan al-isyrak fi al-tsawab (menyertakan orang lain dalam pahala kurban).

“Mencukupi satu kambing tertentu berupa domba atau kambing kacang dari satu orang saja, maka bila ia menyembelih untuk dirinya dan keluarganya, atau untuk dirinya dan menyertakan orang lain di dalam pahala berkurban, maka boleh.

Atas ketentuan ini diarahkan Hadisnya Imam Muslim: Nabi berkurban dengan 2 kambing gibas dan beliau berdo’a, Ya Allah semoga engkau terima kurban ini dari Muhammad, keluarga, dan umatnya.” (Syekh Khatib al-Syarbini, Kitab Al-Iqna’ ‘Ala Matni Abi Syuja’, Juz.4, Hal. 332)

Kesimpulan

Kesimpulannya, patungan membeli kambing hukumnya tidak sah sebagai kurban. Namun, apabila hal tersebut harus dilakukan seperti di sekolah atau komunitas tertentu maka status daging yang disembelih hanya sebagai sedekah biasa yang berpahala, namun tak memiliki konsekuensi seperti kurban.

Solusi

Adapun solusi lain yang bisa ditempuh adalah dengan menghibahkan uang hasil patungan tersebut kepada satu orang untuk kemudian dibelikan kambing dan dikurbankan.

Dengan demikian, kambing yang dibeli menjadi haknya secara utuh dan sah dikurbankan atas namanya. Ia juga bisa memberikan pahala kurbannya untuk sejumlah orang yang tergabung dalam patungan tersebut.

Demikian pemaparan singkat tentang hukum kurban patungan, semoga tahun ini kita dapat menjalankan ibadah kurban dengan sebaik baiknya.

Bagikan jika anda merasa artikel ini bermanfaat bagi anda dan orang di sekitar anda, jangan lupa untuk stay tune terus di website kita, karena masih banyak lagi artikel – artikel yang berisi ilmu – ilmu yang bermanfaat dan baik untuk konsumsi pikiran dan jiwa rohani anda.

Baca Juga: Benar2 Terjadi: 8 RAMALAN JAYABAYA yang Mulai Bisa Kita Rasakan di Tahun 2020

Baca Juga: Kewajiban Suami dan Istri setelah menikah

Baca Juga: 7 Peristiwa Bersejarah Pada Bulan Ramadan, Nomor Tujuh Sangat Mengejutkan!!!

Baca juga: Kapan dan Bagaimana cara minum kopi yang aman disaat bulan puasa?

Baca Juga

silaturahmi keluarga barko
Sejarah
Ihsan Fauzi

Silaturahmi Keluarga Barko 1 dekade

Pada tanggal 5 syawwal 1442 / 17 Mei 2021 segenap keluarga besar Barko (Alumni Gontor tahun 2011, konsulat ponorogo) mengadakan silaturahmi di kediaman al- ustadz Akhlis Azzamuddin Tifani, acara dihadiri seluruh anggota yang sedang berada di ponorogo, silaturahmi rutin tahunan ini diharapakan akan terus menjadi adat yang akan selalu diadakan hingga anak cucu nanti.

Read More »

Mau Usahamu berkembang cepat?

Bikin semua media promosimu di barko publishing

Barko Blog