Cuilan Sembrani
Cuilan Sembrani Salah satu kepingan magnet dari kedua anak tersebut tidak sengaja telempar kehalaman rumahnya karena terlalu asyik dalam bermain. Mereka mencari kepingan magnet yang telempar itu.

Bagikan Artikel Ini

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Hakekat dari kisah “Cuilan sembrani”

Cuilan Sembrani. Aroma khas menandakan hujan telah reda. Sang katakpun berorasi bak seorang diktator dalam kekuasaaannya.

Tetesan sisa air yang perlahan turun bagai irama nada yang muncuk tak beraturan. Gemuruh pun tak lagi lantang berteriak.

Berharap akan hadirnya sebuah kehangatan. Suasana indah setelah hujan. Terlihat dua anak kecil sedang asyik bermain diberanda rumahnya, mereka memainkan benda sederhana yang mana benda itu bisa membuat segala benda lainnya lengket dengan benda tersebut jika saling didekatkan.

Bahkan jika benda itu di pecah menjadi beberapa pecahan, akan menyatu kembali ketika saling berdekatan.

Benda itu adalah sebuah magnet (sembrani), yaitu suatu benda yang dapat menarik benda-benda lain yang berada di sekitarnya yang bersifat magnetik, (ferromagnetic) seperti besi,nikel,logam,dan lain sebagainya.

Salah satu kepingan (cuilan) magnet dari kedua anak tersebut tidak sengaja telempar kehalaman rumahnya karena terlalu asyik dalam bermain.

Mereka mencari kepingan (cuilan) magnet yang telempar itu. Menyingkap rumput halaman yang lebat akibat hujan, tetapi tadak menemukan tanda adanya benda itu.

Sampai akhirnya sang kakak berfikir untuk mencarinya menggunakan kepingan magnet yang ada di genggamannya.

Tidak lama, menempel sebuah benda pada kepingan magnet yang dipegangnya, dan itulah kepingan magnet yang mereka cari.

Akhirnya merekapun bisa bermain bersama lagi dengan benda mereka masing-masnig, dan tentu akan lebih berhati-hati dalam memainkannya.

Sebuah kisah yang mungkin bisa menggambarkan arti dari sebuah pencarian. Sering kita mencari sesuatu dan kita putus asa karena tidak menemukannya.

Padalah kita lupa bahwa sesuatu yang kita cari itu mungkin bisa kita dapatkan menggunakan suatu hal yang sudah ada pada diri kita. Ketika kita lupa meletakkan hanphone, maka hal yang ada pada diri kitalah yang bisa menemukan, yaitu nomor dari handphone itu, begitu pun dengan benda lain.

Kita sering lupa dengan apa yang sebenarnya bisa kita lakukan untuk menemukan barang-barnag yang mungkin hilang dari kehidupan kita.

Ketidak sadaran kitalah yang sulit untuk menemukannya kembali, segala hal yang seharusnya bisa diketemukan.

Begitu pula dengan kepingan separuh hati kita yang belum kita ketemukan. Mungin kita terlalu sibuk untuk mencarinya dan bahkan kitapun juga kadang susah untuk menenmukannya, sampai-sampai kita meminta tolong kepada orang lain untuk menemukan kepingan hati kita.

Padahal, bisa jadi cara menemukan kepingan hati kita sangat mungkin untuk kita temukan melalui diri kita sendiri, karena kita lupa atau bahkan tidak peduli dengan semua itu.

karena kita sering berprasangka buruk kepada Alloh Swt. Mengenai Taqdirnya. Dan itulah yang membuat kita semakin sulit untuk menemukan apa yang sedang kita cari.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rosululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Alloh Ta’ala berfirman : Aku sesuai prasangka hamba-Ku.

Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku disuatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alihi).

Hadist ini menganjurkan kepada kita semua untuk selalu berbaik sangka kepada segala apa yang telah menjadi ketentuan Alloh. Karena sesungguhnya Dia-lah yang lebih tau apa yang kita butuhkan.

Maka harusnya kita berpasrah dengan sepenuh hati kita untuk mencari kepingan hati yang belum kita temukan, tentu dengan tawakkal, usaha dan selalu berdoa kepada-Nya.

Ungkapan diatas adalah perumpamaan dari sebuah pencarian sebuah tulang rusuk yang digambarkan dengan istilah kepingan hati. Kita harus selalu berusaha untuk menemukan keberadaanya.

Carilah dia menggunakan hatimu. yaitu hati yang bersih, hati yang kuat, hati yang ikhlas dan juga hati yang selalu bermunajat kepada-Nya dalam setiap keadaan.

Karena sesunggguhnya Dia-lah yang berkuasa untuk menyatukan kita dalam ikatan suci yang telah direstui yang pastinya juga untuk menjalankan perintah sang baginda Nabi.

Gunakan kepingan hati yang ada pada dirimu untuk menemukan kepingan hati lainya. Sebab hati hanya akan menyatu dengan hati yang selalu merindukannya.

Sebagaimna kepingan dari sebuah magnet akan menyatu jika menemukan kepingan lainnya, yang seakan saling merindukan antara kepingan satu dengan yang lain.

Dan itulah hakekat dari kisah “Cuilan sembrani” yang dalam bahasa Indonesia adalah kepingan magnet. Walaupun magnet telah hacur berkeping-keping, akan tetap bisa menyatu jika seling didekatkan.

Baca Juga: https://barkogroup.or.id/belajar-nabi-berdagang/

Text by: Sahhil Umurona

Baca Juga

silaturahmi keluarga barko
Sejarah
Ihsan Fauzi

Silaturahmi Keluarga Barko 1 dekade

Pada tanggal 5 syawwal 1442 / 17 Mei 2021 segenap keluarga besar Barko (Alumni Gontor tahun 2011, konsulat ponorogo) mengadakan silaturahmi di kediaman al- ustadz Akhlis Azzamuddin Tifani, acara dihadiri seluruh anggota yang sedang berada di ponorogo, silaturahmi rutin tahunan ini diharapakan akan terus menjadi adat yang akan selalu diadakan hingga anak cucu nanti.

Read More »

Mau Usahamu berkembang cepat?

Bikin semua media promosimu di barko publishing

Barko Blog