Pahami! 5 Adab berziarah kubur, nomer 2 sering dilakukan

adab berziarah ziarah kubur
Dulu nabi pernah melarang umatnya untuk berziarah kubur, karena mereka belum mengetahui tujuan dari ziarah kubur. Pada hakekatnya ziarah kubur bertujuan utuk mendoakan mayit dan mengingatkan kita kepada kematian. Namun banyak juga dari kalangan masyarakat awam yang tidak paham megenai hal itu (adab).

Bagikan Artikel Ini

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Dulu nabi pernah melarang umatnya untuk berziarah kubur, karena mereka belum mengetahui tujuan dari ziarah kubur. Pada hakekatnya ziarah kubur bertujuan utuk mendoakan mayit dan mengingatkan kita kepada kematian. Namun banyak juga dari kalangan masyarakat awam yang tidak paham megenai hal itu.
Jadi jika ingin berziarah kubur pahamilah 5 adab berziarah, 5 hal itu adalah:

1. Adab Mengucapkan salam

Rasulullah mengajarkan kita untuk mengucapkan salam ketika memasuki kubur.
“Assalamu’alaikum ya ahlal qubur, yagfirullahu lanaa wa lakum, antum lanaa salafun wa nahnu bi atsar”

2. Jangan menginjak kuburan dan mendudukinya

Sering kali jika kita berziarah kubur melihat para ziarah yang elewati kuburan dengan menginjak kuburan, bahkan sampai menduduki, padahal rasalullah melarang kita melakukan hal itu. Rasulullah Saw. Bersabda:
Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk diatas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik dari pada duduk di atas kuburan

3. Jangan berkata kasar atau kotor

Dalam keseharian saja kita sebagai muslim dilarang untuk mengatakan hal-hal yang kasar dan kotor, apalagi di dalam kubur tentu lebih dilarang supaya kita ingat tujuan kita berziarah.

4. Jangan terlalu menangisi mayit

Dulu seorang wanita dilang untuk berziarah kubur karena mereka terlalu menangis meratapi mayit, karena banyak yang berpendapat hal itu menyebabkan si mayit tersiksa dengan kesedihan.

Mendoakan mayit

Jika berziarah memang hakikatnya untuk mendoakan mayit bukan malah meminta doa. Jadi berhati-hatilah jika berdoa jangan menggunakan dhamir “Naa” yang artinya itu kita yang seolah-olah itu kita meminta doa kepada mayit.

Baca Juga: 50 E-Book Marketing Gratis, 100% FREE

Penulis: Irkham Firdaus

Baca Juga

silaturahmi keluarga barko
Sejarah
Ihsan Fauzi

Silaturahmi Keluarga Barko 1 dekade

Pada tanggal 5 syawwal 1442 / 17 Mei 2021 segenap keluarga besar Barko (Alumni Gontor tahun 2011, konsulat ponorogo) mengadakan silaturahmi di kediaman al- ustadz Akhlis Azzamuddin Tifani, acara dihadiri seluruh anggota yang sedang berada di ponorogo, silaturahmi rutin tahunan ini diharapakan akan terus menjadi adat yang akan selalu diadakan hingga anak cucu nanti.

Read More »

Mau Usahamu berkembang cepat?

Bikin semua media promosimu di barko publishing

Barko Blog